Thursday, January 29, 2009

WAKTU ADALAH LINGKARAN


Andaikata waktu adalah suatu lingkaran, yg mengitari dirinya sendiri. Demikianlah, dunia mengulang dirinya sendiri, setepat-tepatnya dan selama-lamanya.
Biasanya, orang tidak tahu bahwa mereka akan menjalani kehidupan mereka kembali. Pedagang tidak tahu bahwa mereka akan saling menawar lagi dan lagi. Politikus tidak akan tahu bahwa mereka akan berseru dari mimbar berulang-ulang dalam putaran waktu. Orangtua menikmati sepuas-puasnya tawa pertama anak-anak mereka seolah-olah tak akan mendengar lagi. Sepasang kekasih yang pertama kali bermain cinta malu-malu melepas busana, terkesima oleh paha yang gemulai, puting yang lembut. Bagaimana mereka tahu bahwa tiap kerlingan rahasia, tiap sentuhan, akan terulang lagi tanpa henti, persis seperti sebelumnya?
.....
Dalam dunia di mana waktu adalah sebuah lingkaran, setiap jabat tangan, setiap senyuman, setiap kelahiran, setiap kata akan berulang persis. Begitu pula dengan peristiwa ketika dua orang sahabat berhenti berteman, ketika keluarga berantakan karena uang, ketika kata-kata busuk keluar dari mulut suami istri yang sedang bertengkar., ketika kesempatan menjadi sirna karena dibakar api cemburu, ketika janji tak ditepati.
Dan karena segala sesuatu akan berulang kembali di masa depan, maka yang terjadi saat ini telah terjadi pula jutaan kali sebelumnya. Beberapa orang di setiap kota, dalam mimpi mereka, secara samar-samar menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka mimpikan telah terjadi di masa silam. Merekalah orang-orang yang hidupnya tidak bahagia. Mereka merasa bahwa semua penilaian adalah keliru, pernbuatan yang salah serta ketidakberuntungan mereka telah mengambil tempat dalam putaran waktu sebelumnya.Ketidakberuntungan yang berlipat inilah satu-satunya tanda bahwa waktu adalah lingkaran. Karena itulah, di tiap kota, di larut malam, di jalan-jalan lenggang, dan balkon-balkon penuh dengan rintihan mereka.
Bila waktu dan perjalanan peristiwa sama, waktu bergerak lamban sekali. Bila tidak demikian, orang-oranglah yang nyaris tidak bergerak. Jika orang tidak memiliki ambisi di dunia seperti ini, ia tidak menyadari kalau ia menderita. Jika berambisi, ia tahu bahwa ia menderita, tetapi penderitaan itu berlangsung sangat lambat.

(Mimpi-Mimpi Einstein)

1 comment:

  1. POOR BLOG! POOR BLOG! YOU DAMN ASS!!
    YOUR NOT SMART ENOUGH TO CREATE EVEN A SIMPLE BLOG...

    POOR BLOG! POOR BLOG! AND POOR YOU!

    ReplyDelete